Rindu yang Rusuh
Suaramu? Ah, tidak bisa dipungkiri bahwa Aku selalu senang mendengarnya dari balik teleponku.
Kekehan kecilmu adalah bunyi syahdu yang masuk ke dalam telingaku.
Sulit bagiku untuk tidak tersenyum setiap kali mengingatmu.
Kepalaku penuh dengan rasa rindu yang tertumpuk, berat sekali.
Pikiranku sesak dengan angan-angan ingin bertemu.
Kemanapun Aku pergi, bayanganmu selalu mengikuti tiada henti.
Muncul, dan muncul. Arrrgh!
Kekehan kecilmu adalah bunyi syahdu yang masuk ke dalam telingaku.
Sulit bagiku untuk tidak tersenyum setiap kali mengingatmu.
Kepalaku penuh dengan rasa rindu yang tertumpuk, berat sekali.
Pikiranku sesak dengan angan-angan ingin bertemu.
Kemanapun Aku pergi, bayanganmu selalu mengikuti tiada henti.
Muncul, dan muncul. Arrrgh!
Resah, hatiku rusuh, gelisah.
Ingin rasanya langsung melihatmu berdiri di depanku.
Berlari, lalu mendekapmu, sembari menyembunyikan rona merah pipiku.
Aku duduk terpaku, mataku sesekali berkedip.
Waktu dan jarak benar-benar menguji kesabaranku.
Bisakah hatiku tenang? Sepertinya tidak.
Comments
Post a Comment