Apa yang Aku Mengerti dari Perasaan Cinta?
“Saya suka bagaimana hari berakhir yang dimulai bersamanya.” ― Ancika Mehrunisa Rabu.
Kalimat tersebut sangat melekat di kepalaku setelah menyelesaikan novel Ancika: Dia yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Itulah ungkapan perasaan Ancika terhadap Dilan; sederhana, namun sangat bermakna.
Yang bisa Aku mengerti adalah, perasaan cinta kepada seseorang itu tumbuh dari bagaimana Kita telah menganggap bahwa Ia sangat berharga. Berharga karena sosok dan pembawaan dirinya, kehadirannya, pola pikirnya, dan caranya memperlakukan Kita yang membuat Kita bahagia. Itulah yang terjadi pada diri Ancika.
Terus terang, Aku ingin seperti Dilan dan bagaimana Ia kepada Ancika, hingga sampai pada saat Mereka saling berkata, “Kamulah yang Aku mau.”
Aku belajar, dan sekarangpun masih, jika Aku ingin hubungan dan perasaan cinta yang Aku miliki kepada pasangan selalu ada dan vice versa, Aku harus berusaha membangun dan menjaganya dengan komunikasi yang sehat. Tentu saja untuk membangun komunikasi yang sehat ini, diperlukan kerja sama yang baik dengan pasangan agar bisa saling memberi dan menerima energi positif yang diinginkan.
Membuka ruang di dalam diri masing-masing untuk mau bertumbuh, sama-sama menerima dan memperbaiki, terus merangkul dan mendukung, serta mengerti dan memahami satu sama lain.
Benar-benar menjadi anugerah terindah ketika sudah saling merasa cukup dan bersyukur terhadap pasangan dan hubungan yang telah dimiliki.
Pasangan yang dengan bersamanya, Kita sempurna.
Comments
Post a Comment