Kamu Suka Minum Teh?

 “Kamu suka minum teh?”
Iya.

Itulah sepenggal obrolanku dengannya.
Aku akui, Aku lebih suka memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti: “mau melakukan apa hari ini?”, “sudah makan?”, “sedang menonton apa?”, dan sejenisnya; sebagai bentuk perhatianku; yang tidak jenuh Aku lakukan setiap hari. Tentu saja, Ia menjawabnya dengan sederhana pula.
Mengatakan “semangat” Aku kira adalah salah satu keahliannya, dan, Aku menyukainya. Akupun menyukai senyumnya, Aku menyukai suaranya, Aku menyukai bagaimana Ia mahir dalam menyampaikan pikiran serta mengeluarkan perasaan dan emosinya; yang terkadang bisa membuatku terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata sebagai bentuk balasan energi yang sepadan, dan ada kalanya Aku merasa rendah diri karena ketidakmampuanku itu. Aku kagum.
Karena tidak memiliki banyak pengalaman perihal interaksi dengan lawan jenis, Aku sempat kebingungan. Aku berusaha dengan membaca artikel-artikel dan bertanya kepada teman-temanku mengenai “how to” dan “tips for” sebagai salah dua cara agar bisa membangun hubungan yang baik, selain langsung bertanya kepadanya. Dari sini Aku belajar bahwa komunikasi adalah salah satu hal esensial untuk memahami pasangan, dan bagaimana Aku mulai menyadari hal-hal yang Aku inginkan dari pasangan.

Ia datang tanpa suara, menyapaku
Memegang lembut tanganku
Dan bertanya, ”Bolehkah Aku?”
Lalu mengajakku berdansa
Meliuk-liuk, saling bertatapan
Ah, seperti inikah cinta?
Cinta yang membuatku tumbuh, lalu merekah

Comments

Popular posts from this blog

Rindu yang Rusuh