Kepada Kepalaku yang Riuh, Bisakah Kau Tenang?

Ah, bagaimana ini?

Sungguh ramai sekali, berjejal masuk menjadi pikiran-pikiran tiada akhir.

Tidakkah Kau merasa kasihan dengan raga yang mendampingimu? Ia terbawa lelah akibat hiruk-pikuk yang Kau sebabkan.

Comments

Popular posts from this blog

Rindu yang Rusuh