“ Kamu suka minum teh ?” “ Iya. ” Itulah sepenggal obrolanku dengannya. Aku akui, Aku lebih suka memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti: “ mau melakukan apa hari ini ?”, “ sudah makan ?”, “ sedang menonton apa ?”, dan sejenisnya; sebagai bentuk perhatianku; yang tidak jenuh Aku lakukan setiap hari. Tentu saja, Ia menjawabnya dengan sederhana pula. Mengatakan “ semangat ” Aku kira adalah salah satu keahliannya, dan, Aku menyukainya. Akupun menyukai senyumnya, Aku menyukai suaranya, Aku menyukai bagaimana Ia mahir dalam menyampaikan pikiran serta mengeluarkan perasaan dan emosinya; yang terkadang bisa membuatku terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata sebagai bentuk balasan energi yang sepadan, dan ada kalanya Aku merasa rendah diri karena ketidakmampuanku itu. Aku kagum. Karena tidak memiliki banyak pengalaman perihal interaksi dengan lawan jenis, Aku sempat kebingungan. Aku berusaha dengan membaca artikel-artikel dan bertanya kepada teman-temanku mengenai “ how to ” dan ...